Di dunia kompetitif Mobile Legends: Bang Bang, draft pick bukan sekadar formalitas. Draft pick adalah seni psikologi, strategi, dan prediksi. Dalam fase ini, keputusan untuk ban hero tertentu pernah menjadi momok bagi banyak tim di berbagai tier permainan. Dengan setiap patch baru dan perubahan keseimbangan yang dirilis oleh pengembang, perilaku draft pick berevolusi. Dan pada update meta terbaru Februari 2026, perhatian komunitas kembali tertuju pada fenomena ban rate—berapa sering sebuah hero dibanned oleh pemain di semua level permainan, dari rank rendah hingga Mythical Glory.
Ban rate sendiri bukan metrik sembarangan. Angka ini mencerminkan persepsi kekuatan hero pada meta patch tertentu. Hero dengan ban rate tinggi biasanya dianggap terlalu kuat (overpowered), terlalu mengganggu jalannya permainan, atau memberi keuntungan terlalu besar bagi tim yang mendapatkannya. Grafik statistik ban rate di sejumlah situs statistik hero memperlihatkan tren yang menarik: beberapa hero secara konsisten muncul di daftar teratas sebagai sasaran ban, menunjukkan pengaruh mereka terhadap strategi kompetitif MLBB saat ini.
Gloo: Raja Ban Rate Meta Februari 2026
Pada update meta terbaru 9 Februari 2026, data statistik menunjukkan bahwa Gloo menjadi hero dengan ban rate tertinggi, menembus angka di atas 80 persen di seluruh tier permainan. Ini berarti dalam empat dari lima draft pick, pemain memilih untuk membanned Gloo daripada memberikannya kesempatan kepada lawan.
Gloo bukan hero baru, tetapi dalam patch meta ini kemampuannya terasa jauh lebih dominan daripada biasanya. Ia dikenal sebagai tank dengan sustain tinggi dan crowd control yang menyebalkan, yang membuat tim lawan sulit melakukan rotasi atau menculik hero lawan. Fleksibilitasnya untuk berperan sebagai frontliner sekaligus ancaman yang sulit diikuti membuatnya menjadi pilihan ban yang rasional dalam pikiran banyak pemain. Banyak tim merasa keberadaan Gloo saja dapat mengubah komposisi tim secara drastis, karena dia mampu menghentikan combo kemampuan lawan, memaksa rotasi defensif, atau bahkan membuka ruang bagi rekan satu tim untuk bermain agresif.
Dalam konteks draft pick kompetitif, faktor jaringan kerja tim dan komposisi sangat penting, dan Gloo sering kali menjadi elemen yang memaksa tim lawan untuk mengubah rencana mereka hanya untuk menghadapi ancaman tank ini. Ketika sebuah hero punya potensi disruptif tinggi seperti itu, ban rate jadi senjata pertama pemain untuk mengendalikan dinamika permainan.
Sora: Ancaman dengan Mobilitas dan Damage Besar
Bersama Gloo dalam daftar teratas adalah hero Sora, yang memiliki ban rate mencapai lebih dari 67 persen menurut statistik terbaru. Sora adalah hero yang kerap dielu-elukan karena potensi burst damage besar dan skalanya yang kuat di late game, kemampuan yang membuatnya sulit dihadapi oleh tim lawan khususnya jika pemain yang mengendalikan Sora memiliki mekanisme laning dan penguasaan timing yang tepat.
Mobilitas tinggi Sora memungkinkan dia untuk berpindah lane dengan cepat, mengeksploitasi kesalahan posisi musuh, serta memberikan damage signifikan dalam tim fight. Efeknya, draft pick lawan sering kali lebih memilih untuk mengeluarkan slot ban mereka hanya untuk memastikan Sora tidak tersedia bagi lawan. Ini berarti dalam banyak pertandingan, tim harus merumuskan strategi yang lebih fleksibel hanya karena ancaman potensi munculnya Sora.
Ban rate Sora yang tinggi bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan bagaimana meta patch saat ini memungkinkan hero ini untuk mendominasi jalannya permainan jika dibiarkan bebas dalam draft.
Hero Lain yang Sering Dikenai Ban di Meta 2026
Selain dua nama di atas, laporan ban rate terbaru mencatat beberapa hero lain yang cukup sering masuk dalam daftar ban pemain. Dampak patch balance dan perubahan kemampuan hero membuat dinamika draft pick terus berubah dari patch ke patch.
Di beberapa sumber komunitas, termasuk unggahan pemain dan statistik internal rank yang dibagikan dalam grup diskusi meta, sejumlah hero seperti Fredrinn dan Helcurt sering kali disebut sebagai ancaman besar karena burst damage dan kemampuan disruptif mereka dalam skala pertandingan tertentu. Mereka mungkin tidak setinggi Gloo atau Sora dalam angka ban rate tertinggi, tetapi tetap cukup sering dikenai ban terutama di tier tinggi ketika pemain kompetitif mencoba menghindari alat perang yang berpotensi mengacaukan rencana draft lawan.
Unggahan komunitas juga mencatat hero lain menjadi target ban berdasarkan peran mereka dalam strategi khusus, terutama saat meta patch memberi keuntungan signifikan untuk role tertentu seperti assassin (Helcurt) atau fighter (Fredrinn). Bahkan beberapa data informal menunjukkan hero-hero zaman dulu yang dulu sempat mendominasi meta seperti Yi Sun-shin atau Lancelot kembali muncul di draft ban karena perubahan status statistik atau item build terbaru yang memberi mereka potensi balik ke panggung kompetitif.
Alasan di Balik Ban Rate Tinggi
Ada sejumlah alasan kenapa sebuah hero bisa mendapatkan ban rate tinggi dalam meta tertentu:
Pertama, ketidakseimbangan statistik dan kemampuan hero. Pada patch tertentu, perubahan buff atau nerf di dalam gim bisa membuat hero jadi lebih kuat dari yang lain, sehingga draft pick lawan menganggap ban sebagai pilihan paling aman. Hal ini sering terjadi setiap kali Moonton menerapkan patch terbaru yang mengubah kekuatan dasar atau cooldown dari skill tertentu.
Kedua, perubahan item build dan mekanik permainan. Item baru atau perubahan dalam item build bisa membuat hero yang tadinya biasa menjadi jauh lebih efektif dalam situasi tertentu. Ketika item tertentu memberi hero kemampuan burst atau sustain yang jauh lebih tinggi, kombinasi hero plus item sering kali membuat kombinasi tersebut terlalu dominan untuk dihadapi tanpa draft counter.
Ketiga, psikologi draft pick kompetitif. Di tier tinggi dan kompetitif, lawan sering kali tidak ingin mengambil risiko menghadapi hero yang mereka anggap unggul, walaupun statistik sebenarnya bisa diperdebatkan. Perilaku ini menjadi self-reinforcing: semakin sering hero diban, semakin sering pula lawan mengantisipasi potensi ancaman itu dengan ban juga, sehingga angka ban rate terus bertahan tinggi.
Pengaruh Ban Rate terhadap Meta Global
Fenomena ban rate tinggi tidak hanya soal angka di statistik. Angka-angka itu mencerminkan perubahan cara tim membangun strategi, memaksa pemain untuk memikir ulang komposisi tim yang biasanya mereka andalkan. Hero dengan ban rate tinggi sering kali menarik perhatian analis kompetitif, caster turnamen, dan kreator konten karena mereka menjadi indikator perubahan keseimbangan dalam permainan.
Selain itu, ban rate juga memengaruhi nilai permainan dari hero lain. Ketika hero tertentu sering dibanned, otomatis ruang bermain untuk hero lain terbuka lebih luas. Ini membuka ruang munculnya tren meta baru: hero yang sebelumnya jarang dimainkan kini mendapatkan kesempatan lebih besar untuk bersinar karena lawan sudah menghabiskan ban mereka untuk target prioritas lain. Dinamika ini memberi tekanan baru bagi pemain untuk lebih fleksibel dalam memilih hero, tidak hanya bergantung pada satu favorit.
Dinamika Draft Pick di Berbagai Tier
Ban rate juga bisa berbeda antara satu tier permainan dengan lainnya. Di tier rendah, hero-hero dengan mekanik kompleks atau membutuhkan koordinasi tim yang tinggi mungkin tidak diban sebanyak di tier tinggi. Sementara di tier atas, tim lebih cenderung mengantisipasi semua kemungkinan draft lawan dan ban hero yang secara statistik paling berisiko memberi keuntungan kepada lawan.
Meski angka ban rate umum digunakan sebagai indikator kekuatan meta, pemain yang memahami strategi counter pick dan memiliki kemampuan mekanik yang kuat sering kali bisa memanfaatkan hero-hero yang diban lawan lebih jarang. Ini menjadi salah satu alasan kenapa banyak pro player suka bereksperimen di luar meta sementara tetap mempersiapkan strategi draft yang matang.
Menariknya, Meta Selalu Berubah
Meta Mobile Legends bukan sesuatu yang tetap. Tiap patch yang dirilis membawa perubahan keseimbangan hero, item, dan bahkan struktur permainan. Apa yang sekarang dianggap terlalu kuat dan sering dibanned mungkin akan berubah di patch berikutnya, entah melalui nerf kemampuan, penyesuaian item, atau perubahan balancing lainnya. Inilah yang membuat game kompetitif seperti MLBB terus hidup dan menarik perhatian jutaan pemain setiap season.
Penutup
Fenomena hero yang paling sering dibanned di meta terbaru Mobile Legends: Bang Bang memberikan gambaran jelas bagaimana keseimbangan permainan dan perilaku draft pick terus berevolusi seiring perubahan patch dan dinamika komunitas. Hero seperti Gloo dan Sora mencuri perhatian sebagai ancaman paling besar dalam draft pick, sementara jagoan lain tetap mendapatkan perhatian tinggi dari pemain kompetitif.
Ban rate menjadi indikator yang kaya akan strategi, psikologi kompetitif, dan respons terhadap perubahan meta. Lebih dari sekadar statistik angka, ban rate mencerminkan bagaimana komunitas global MLBB bereaksi terhadap kekuatan hero, merumuskan strategi, dan menyiapkan diri menghadapi setiap pertandingan.
Sebagai pemain atau pengamat, memahami dinamika ban rate bukan hanya soal mengetahui siapa yang kuat. Ini adalah tentang memahami bagaimana meta bergerak pada level yang lebih dalam—bagaimana pilihan sebuah hero dalam draft pick bisa mengubah arah permainan dan bagaimana tim harus menyesuaikan strategi mereka untuk terus unggul di panggung kompetitif.
